Purwakarta - Kebijakan Bupati Purwakarta Saeful Bahri Binzein tentang kewajiban ASN ( aparatur sipil negara ) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta menuai ucapan positif dari sejumlah sopir dan pengusaha angkutan
Terbilang baru dan inovatif, pemberlakuan wajib naik angkutan umum di setiap hari rabu. Dirasakan cukup berhasil mengurai kemacetan di Purwakarta.
" alhamdulillah, biasanya untuk dapat setoran ke pemilik angkot. Saya harus sore atau sampai malam memutar roda angkot. Sekarang khususnya di hari rabu, kami sopir angkot tidak terlalu khawatir untuk mendapatkan setoran, penumpang dan bawa rupiah ke rumah," ujar Aen ( 40 ) salah satu sopir angkot diwawancarai.
Selain bisa mendapatkan respon positif dari pelaku bisnis armada, program ngangkot setiap rabu juga melatih sejumlah siswa khususnya pelajar SD dan SLTP merasakan berjuang untuk sampai ke sekolah bersama.
" naik angkot itu jadi saling kenal sama pelajar dari sekolah lain, jadi tau seragam sekolah lain. Bangun lebih pagi dan lebih ada rasa penguatan karakter sebagai pelajar," ujar Nurhayati salah satu ibu rumah tangga yang kini juga rutin naik angkot.
Sementara Saeful Bahri Binzen atau akrab disapa Om Zein mengaku program Ngangkot memang diupayakan untuk memaksimalkan potensi ekonomi di bidang angkutan.
" Targetnya efisiensi biaya operasional mobil dinas ASN, mengurangi macet, adalah untuk meningkatkan rasa antara warga Purwakarta. Intinya bahwa setiap langkah harus ada tujuan positif," tutup Om Zein.
