Purwakarta Punya Produksi Teh Terbaik, Ini Pabrik Dan Lokasinya



PURWAKARTA - Komoditas Teh di Purwakarta potensial untuk dikembangkan. Pasalnya Kabupaten Purwakarata yang berada di Provinsi Jawa Barat adalah salah satu derah penghasil teh terbaik.

Sebagimana diketahui, Teh merupakan minuman khas yang berasal dari tanaman Camellia sinensis. Berdasarkan hasil riset, teh menjadi minuman kedua yang paling banyak diminum oleh masyarakat setelah air putih.

Salah satu Peneliti teh di Pusat Penelitian Teh dan Kina, Dr. M. Khais Prayoga menyebut, Purwakarata menjadi salah satu daerah dimana teh pertama kali ditanam.


"Sejak pertama kali mendarat di Batavia pada tahun 1684, teh akhirnya ditanam sebagai koleksi Kebun Raya Bogor pada tahun 1826 kemudian satu tahun setelahnya teh ditanam di Cisurupan Kabupaten Garut dan di Wanayasa Kabupaten Purwakarta," ungkap pria kelahiran Kabupaten Purwakarta itu, pada Selasa, 21 Mei 2024.

Ia menjelaskan, Keputusan penanaman teh di Purwakarata dilatarbelakangi oleh kondisi agroekosistem di beberapa wilayah Purwakarta yang memang sesuai untuk mendukung pertumbuhan tanaman teh.

"Teh tumbuh baik pada wilayah dengan elevasi diatas 800 meter diatas permukaan laut (mdpl) dengan suhu udara yang berkisar 13 - 15 (C, kelembaban relatif pada siang hari >70%, dan curah hujan tahunan tidak kurang 2.000 mm," ungkap pria yang digadang-gadang bakal mencalonkan sebagai Bupati Purwakarta itu.

Menurutnya, Perkebunan teh di Purwakarta berada di empat kecamatan yaitu Kecamatan Bojong, Darangdan, Wanayasa, dan Kecamatan Kiarapedes.

"Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, total luas perkebunan teh di Purwakarta yaitu 4.706 hentar dengan produksi mencapai 5.230 ton. Dengan demikian produktivitas teh di Purwakarta hanya 1.1 ton/ha lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata produktivitas nasional yang mencapai 1.6 ton/ha," Ujar pria yang akrab disapa Mang Doktor itu.

Walaupun demikian, Khais menuturkan bahwa pemasaran teh saat ini sudah berubah dari yang awalnya mengejar kuantitas bergeser ke arah peningkatan kualitas atau teh special (specialty tea).

“Jadi walaupun jumlahnya sedikit apabila didukung oleh citarasa yang baik dan spesial harganya akan meningkat”, tutur pria kelahiran Purwakarta 34 tahun silan itu.

Ia menambahkan, sebagian besar perkebunan teh di Purwakarta adalah perkebunan rakyat dan itu sangat potensial apabila dikembangkan.

"Salah satu produk teh dari Purwakarta yaitu white tea sudah mulai dilirik oleh pasar Asia dan Eropa. Varian teh dari kelompok tani Sindangpanon, Kecamatan Bojong itu memiliki citarasa yang khas dan nikmat karena didukung oleh kebun teh organik yang tersertifikasi," sebutnya.

Harusnya, kata Mang Doktor, kegiatan pembinaan-pembinaan dari mulai praktek budidaya, pengolahan, sampai pemasaran perlu dilakukan untuk menjadikan teh sebagai komoditas unggulan Purwakarta.

"Oleh karena itu perlu sinergitas antar pemerintah daerah, peneliti, akademisi, dan petani untuk mengembangkan potensi-potensi komoditas teh di Purwakarta," jelas Khais.

Post a Comment

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Previous Post Next Post