KH Anhar Haryadi : Perbanyak Istigfar sebab Memberikan Banyak Faidah




Istighfar dan sholawat diantara amalan yang penting bagi ummat muslim. Ia menjadi media untuk bertaqarrub mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala dan sholawat menjadikan ummat dekat kepada Baginda Rasulullah ﷺ.

Suatu hari sahabat Ali bin Abi Thalib didatangi oleh beberapa orang yang menyampaikan keluh kesah permasalahan kehidupan mereka. Ada yang mengeluh daerahnya belum turun hujan, ada yang belum punya keturunan, dan ada yang mengeluh karena usahanya selalu bangkrut.
Merekapun bertanya kepada Sahabat Ali apa yang harus mereka lakukan dan doa apa yang harus dipanjatkan agar Allah Swt membuka simpul-simpul kesusahan hidup mereka. Dengan tenang Sahabat Ali menjawab dengan satu doa yang pendek namun bisa mengeluarkan mereka dari kesusahan yakni perbanyak istighfar.

Sebagaimana diketahui, istighfar memberikan banyak faidah kepada pengamalnya, apalagi hal tersebut dilakukan sebanyak mungkin. Bukan saja kita diampuni oleh Allah swt dari segala macam dosa, tetapi juga banyak hal positif dan manfaat lain yang bisa kita dapatkan dari beristighfar.

Sayyid Muhammad al-Maliki menegaskan bahwa istighfar dapat memperlancar rizki, melebur segala dosa, melepaskan penderitaan, menghilangkan kesusahan, dan menolak gundah gulana.

Hal tersebut didasarkan pada banyak hadits Rasulullah saw. Di antaranya, hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, Imam Ibnu Majah, Imam An-Nasai, dan Imam Al-Hakim berikut.

قال النبي صلى الله عليه و سلم: من لزم الاستغفار جعل الله له من كل هم فرجا ومن كل ضيق مخرجا ورزقه من حيث لا يحتسب

Artinya, Nabi Muhammad saw bersabda: "Siapa yang melanggengkan istighfar, Allah swt akan menjadikan untuknya, dari setiap kesulitan menjadi kebahagiaan, dari setiap kesempitan menjadi solusi jalan keluar, dan rizkinya dari hal yang tak diduga-duga."

Maka tidak aneh bila Rasulullah saw menegaskan kebahagiaan bagi mereka yang gemar beristighfar sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah disebutkan, bahwa Rasulullah saw bersabda: "Berbahagialah orang yang dalam catatan amalnya terdapat banyak istighfar."

Godaan kita hari ini semakin berat, sejak maraknya jejaring social membuat kita sering lalai dan sangat jauh dari kebiasaan orang-orang shalih dan ulama yaitu beristighfar dimanapun, kapanpun [tentu bukan di WC, toilet dll]., mengucapkan “astagfirullah”,” Allahummagfirli” disela-sela waktu, di sela-sela kesempatan, di sela-sela kesibukan, ketika menunggu, ketika naik kendaraan, ketika berjalan kaki, ketika menanti jemputan dan ketika kita mampu mencuri sedikit waktu yang sangat mahal dalam berbagai kesibukan.

Jika mengingat pesan para salaf [pendahulu] kita, maka kita sangat malu menisbatkan diri kepada mereka, Luqman ‘alaihis salam bepesan kepada anaknya,

يَا بُنِيَّ عَوِّدْ لِسَانَكَ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، فَإِنَّ لِلَّهِ سَاعَاتٍ لَا يَرُدَّ فِيهَا سَائِلًا

“Wahai anakku biasakan lisanmu dengan ucapan: [اللهم اغفر لي ] “Allhummafirli”, karena Allah memiliki waktu-waktu yang tidak ditolak permintaan hamba-Nya di waktu itu.”
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata,

أَكْثِرُوا مِنَ الِاسْتِغْفَارِ فِي بُيُوتِكُمْ، وَعَلَى مَوَائِدِكُمْ، وَفِي طُرُقِكُمْ، وَفِي أَسْوَاقِكُمْ،
وَفِي مَجَالِسِكُمْ أَيْنَمَا كُنْتُمْ، فَإِنَّكُمْ مَا تَدْرُونَ مَتَى تَنْزِلُ الْمَغْفِرَةُ

”Perbanyaklah istighfar di rumah-rumah, meja-meja makan, jalan-jalan, pasar-pasar dan majelis-majelis kalian di manapun kalian berada. Karena kalian tidak tahu kapan turunnya pengampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala”.

Yahya bin Mu’adz Ar-Razi rahimahullah menasihatkan,

الليل طويل فلا تقصره بمنامك، والنهار نقي فلا تدنسه بآثامك
Waktu malam itu panjang, maka jangan engkau memperpendek dengan tidurmu. Waktu siang itu bersih, jangan engkau menodainya dengan dosa-dosamu.

Semoga ALLAH senantiasa membimbing kita dengan hidayah dan taufiq-NYA.


KH Anhar Haryadi ...

Post a Comment

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Previous Post Next Post