Asal Usul Masjid Jami Al-Ikhlas Desa Cipinang, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta


mesjid jami al-ikhlas desa cipinang kecamatan cibatu kabupaten purwakarta.

Masjid Jami Al-Ikhlas tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi juga simbol perjuangan dan kebersamaan masyarakat Desa Cipinang. Masjid ini berdiri berkat semangat gotong royong serta kontribusi luar biasa dari berbagai tokoh masyarakat, khususnya almarhum H. Kundang dan H. Amil Sarpan, yang sering disapa Abah Amil.

Visi Masjid Jami Al-Ikhlas
Menjadi pusat keagamaan dan pendidikan Islam yang unggul dalam membentuk masyarakat beriman, berilmu, dan berakhlak mulia serta melahirkan generasi penerus yang siap menghadapi tantangan zaman dengan nilai-nilai Islam.

Fungsi-Fungsi Masjid yang Relevan
Sebagai Tempat Ibadah
Masjid Jami Al-Ikhlas menjadi tempat umat Islam melaksanakan ibadah wajib dan sunnah, seperti shalat berjamaah, shalat Jumat, pengajian, dan doa bersama.

Sebagai Pusat Pendidikan Islam
Fungsi pendidikan masjid diawali dengan berdirinya Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Al-Ikhlas pada tahun 1987. MDA ini, yang pertama di Desa Cipinang, menjadi wadah pembinaan generasi muda Islam. Pada tahun 2015, peran pendidikan ini diperluas dengan mendirikan RA/TK Al-Ikhlas melalui Yayasan Pendidikan Al-Ikhlas.


Sebagai Tempat Pembinaan Sosial dan Ukhuwah
Masjid ini adalah pusat kegiatan sosial, seperti pengajian, peringatan hari besar Islam, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya, yang mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Sebagai Pusat Perkembangan Islam
Masjid Jami Al-Ikhlas menjadi saksi tumbuhnya dakwah Islam di Desa Cipinang. Sosok ulama besar, H. Amil Sarpan atau Abah Amil, memainkan peran kunci dalam menggerakkan syiar Islam dan membimbing masyarakat menuju kehidupan yang Islami.

Sejarah Pembangunan Masjid Jami Al-Ikhlas
Pada tahun 1975, almarhum H. Kundang mewakafkan tanah seluas 139 meter persegi untuk pembangunan Masjid Jami Al-Ikhlas. Tanah ini menjadi titik awal berdirinya masjid yang menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi umat Islam di Desa Cipinang.

Pada tahun 1987, H. Kundang kembali menunjukkan kemurahan hatinya dengan memperluas tanah wakaf untuk mendirikan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Al-Ikhlas. Pembangunan MDA ini melibatkan semua lapisan masyarakat yang bekerja bahu-membahu. Keberadaan madrasah ini tidak lepas dari peran Abah Amil, seorang ulama kharismatik yang menjadi panutan masyarakat. Dengan ilmu dan kebijaksanaannya, Abah Amil mendorong masyarakat untuk terus meningkatkan keimanan dan pendidikan Islam.

Pada tahun 2000 hingga 2003, Masjid Jami Al-Ikhlas mengalami renovasi besar-besaran untuk memenuhi kebutuhan umat. Renovasi ini menghasilkan bangunan masjid yang lebih kokoh dan representatif seperti yang terlihat saat ini.

Tidak berhenti di situ, pada tahun 2015, Masjid Jami Al-Ikhlas mendirikan Yayasan Pendidikan Al-Ikhlas yang menjadi fondasi untuk membangun RA/TK Al-Ikhlas. Fasilitas ini diprakarsai oleh H. Ade bin H. Kundang dan terus berkembang di bawah kepemimpinan Ibu Nia Kurniasih.

Pada tahun 2023, Masjid Jami Al-Ikhlas mencatatkan tonggak sejarah baru dengan beberapa pengembangan fasilitas dan program. Semua pencapaian ini tidak terlepas dari jejak perjuangan Abah Amil, yang senantiasa menjadi inspirasi masyarakat. Dengan keilmuannya yang mendalam dan sikap rendah hati, beliau menjadi ulama yang dihormati dan kebanggaan Desa Cipinang. Semangatnya dalam membimbing umat tetap terasa hingga kini, menjadi warisan yang tak ternilai bagi generasi berikutnya.

Masjid Jami Al-Ikhlas terus berkembang menjadi pusat keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Dengan semangat kebersamaan dan teladan para tokoh pendirinya, masjid ini diharapkan terus menjadi sumber keberkahan bagi masyarakat Desa Cipinang.

Post a Comment

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Previous Post Next Post