PURWAKARTA - Cabup dan Cawabup Purwakarta Saepul Bahri Binzein-Abang Ijo Hapidin menutup sesi debat Pilbup Purwakarta dengan pernyataan yang tak biasa.
Di sesi akhir atau debat Binzein mengaku tak peduli dengan banyaknya cibiran yang menyebut keduanya sebagai boneka dari mantan Bupati Purwakarta dua periode Kang Dedi Mulyadi (KDM).
"Perlu diketahui, kami tidak pernah peduli dengan cibiran orang lain yang mengatakan bahwa kami adalah pasangan yang menjadi boneka Kang Dedi Mulyadi," ujar Binzen, usai menghadiri acara Debat yang digelar KPUD Purwakarta di Hotel Harper jalan Bungursari Senin (18/10) malam.
Bagi kami, lanjut dia, lebih terhormat menjadi boneka orang yang ikhlas mencintai rakyat Purwakarta seperti KDM yang mengobati orang sakit, menyekolahkan anak yang tidak mampu, membebaskan ibu melahirkan yang anaknya ditahan rumah sakit hingga membebaskan orang yang terjerat rentenir.
Binzein mengatakan, hal tersebut lebih terhormat dibanding menjadi boneka dari orang-orang yang serakah dan tidak mencintai rakyat Purwakarta.
"Insyaallah Kang Dedi Mulyadi akan menjadi gubernur, kami bersama-sama akan mengembalikan kejayaan istimewa Purwakarta," ujarnya.
Selain itu Paslon nomor satu itu berkomitmen akan meneruskan sejumlah program pembangunan seperti jembatan, perbaikan rumah tidak layak huni hingga menjamin pendidikan warga.
"Dan kalau saat ini ada 60 ribu orang yang menikmati pelayanan kesehatan gratis, dan nanti seluruh rakyat Purwakarta akan mendapat layanan istimewa dari kami," tuturnya.
Ditemui usai acara, pasangan berjuluk Zeinjo itu membenarkan pernyataannya saat menutup sesi debat. Ia kembali menegaskan ikhlas disebut sebagai boneka KDM.
"Saya ikhlas menjadi boneka Kang Dedi Mulyadi demi Purwakarta tetap istimewa," tegas Binzein.
