PURWAKARTA, – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purwakarta, KH. Anwar Nasihin, mengeluarkan instruksi penting kepada seluruh kader dan warga Nahdliyin di wilayahnya. Di tengah gempuran informasi di era digital, Kiai Anwar mengimbau agar seluruh elemen NU tetap menjaga soliditas, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar di media sosial, dan lebih memfokuskan energi untuk mengurus kemaslahatan umat Islam di Purwakarta.
Pernyataan ini disampaikan Kiai Anwar menyusul maraknya berbagai isu polarisasi, berita hoaks, dan perdebatan tidak produktif di media sosial yang berpotensi memecah belah persatuan, termasuk di kalangan internal Nahdliyin. Menurut beliau, energi kader tidak boleh habis terkuras untuk urusan dunia maya yang tidak membawa manfaat.
"Saya instruksikan kepada seluruh pengurus MWCNU, pengurus ranting, hingga badan otonom dan lembaga di lingkungan PCNU Purwakarta untuk tetap menjaga soliditas. *Ahlussunnah wal Jamaah* mengajarkan kita untuk *tawasuth* (moderat) dan *tawazun* (seimbang). Jangan sampai kita terjebak dalam kubangan isu media sosial yang hanya mendatangkan *mudharat* dan perpecahan," ujar KH. Anwar Nasihin dalam arahannya, Senin 21 September 2026 di sekertariat Kantor PCNU Kabupaten Purwakarta.
Alih-alih sibuk dengan urusan media sosial, Kiai Anwar menekankan agar para kader NU turun langsung ke tengah masyarakat. Tugas utama Nahdliyin, lanjutnya, adalah *khidmah* (pengabdian) kepada umat.
"Tugas utama kita adalah *khidmah* kepada umat. Fokuskan waktu, pikiran, dan harta kita untuk kemaslahatan umat Islam di Purwakarta. Urus ekonomi umat, perhatikan pendidikan anak-anak kita, bantu masyarakat yang kesulitan, dan perkuat lembaga-lembaga pendidikan serta pesantren kita," tegasnya.
Lebih lanjut, Ketua PCNU menginstruksikan agar Badan Otonom (Banom) seperti GP Ansor, Fatayat, Muslimat, dan IPNU-IPPNU, serta berbagai lembaga di lingkungan NU Purwakarta, segera menyusun dan mengeksekusi program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Hal ini dinilai sebagai wujud nyata kehadiran NU sebagai rahmatan lil 'alamin di tanah Pasundan, khususnya Kabupaten Purwakarta. Kiai Anwar mengingatkan bahwa masyarakat tidak membutuhkan kader NU yang hanya pandai berdebat di kolom komentar, melainkan kader yang hadir memberikan solusi atas permasalahan umat.
"Mari kita rapatkan barisan. Biarkan karya nyata dan pengabdian kita yang berbicara, bukan jempol kita di media sosial. Dengan solidnya kader dan fokus pada kemaslahatan umat, Insya Allah NU Purwakarta akan semakin jaya, dicintai masyarakat, dan membawa berkah bagi daerah kita," tegas Kiai Anwar menutup arahannya.
Instruksi ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan pengurus NU di tingkat kecamatan dan ranting, yang sepakat untuk menjadikan momentum ini sebagai titik balik penguatan jam'iyyah dan pengabdian nyata bagi masyarakat Purwakarta.
Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purwakarta, Moch. Deden Rohmatur Raudhoh, menyatakan kesiapan penuh seluruh jajarannya untuk menindaklanjuti dan menjalankan instruksi Ketua PCNU Purwakarta, KH. Anwar Nasihin. Instruksi tersebut menekankan pentingnya menjaga soliditas kader Nahdlatul Ulama, tidak terprovokasi oleh isu liar di media sosial, serta memfokuskan diri pada kemaslahatan umat.
Sebagai Badan Otonom (Banom) dan garda terdepan NU, H.Deden menegaskan bahwa GP Ansor beserta Barisan Ansor Serbaguna (Banser) akan menjadi ujung tombak dalam mengawal dan mensukseskan arahan PCNU di tingkat akar rumput.
"Kami di GP Ansor Purwakarta siap lahir dan batin menjalankan instruksi Awan (sapaan akrab) Kyai Anwar Nasihin. Ini bukan sekadar imbauan, melainkan perintah jam'iyyah yang wajib kami jalankan dengan penuh khidmah," ujar H. Deden saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).
Menanggapi arahan agar kader tidak terjebak dalam polarisasi dan hiruk-pikuk media sosial, H. Deden menyatakan bahwa GP Ansor akan mengambil peran strategis. Alih-alih ikut berdebat di dunia maya, kader Ansor diinstruksikan untuk melakukan pendinginan (cooling down) di lapangan.
"Jempol kader Ansor harus digunakan untuk menyebarkan rahmatan lil 'alamin dan kontra-narasi yang damai. Jika ada isu yang berpotensi memecah belah di medsos, kami akan turun ke bawah, melakukan tabayyun, meredam ketegangan, dan meluruskan informasi kepada masyarakat. Energi kita tidak boleh habis untuk saling hujat di kolom komentar," tegasnya.
Lebih lanjut, H. Deden memaparkan bahwa fokus utama GP Ansor Purwakarta ke depan adalah menerjemahkan instruksi PCNU ke dalam program-program nyata yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ia menginstruksikan seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Ranting GP Ansor se-Kabupaten Purwakarta untuk mengoptimalkan peran mereka dalam pengawalan keamanan, pemberdayaan ekonomi pemuda, serta pendampingan sosial.
"Kita akan pastikan setiap ranting Ansor punya program nyata. Urus pemuda yang menganggur, bantu UMKM warga NU, dan pastikan kegiatan-kegiatan keagamaan di Purwakarta berjalan aman dan kondusif. Itulah wujud nyata kita mengurus umat," tambahnya.
Menutup pernyataannya, H. Deden mengajak seluruh kader GP Ansor dan Banser se-Kabupaten Purwakarta untuk menyatukan langkah dan menjaga marwah organisasi.
"Mari kita rapatkan barisan. Buktikan bahwa GP Ansor Purwakarta adalah kader yang solid, taat pada masyayikh, dan selalu hadir memberikan solusi. Dengan ridho Kyai Anwar Nasihin dan masyayikh lainnya, Insya Allah ikhtiar kita untuk kemaslahatan umat Islam di Purwakarta akan membawa berkah," pungkas H. Deden.
Komitmen GP Ansor Purwakarta ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem organisasi yang sehat, produktif, dan fokus pada pengabdian nyata di tengah masyarakat.