Purwakarta - Problem bisnis KJA ( kolam jaring apung ) di bendungan Ir Juanda Kec Jatiluhur, Purwakarta kini mulai berangsur tertib. Perubahan itu dimulai sejak intruksi yang dikeluarkan oleh Wakil Presiden Juyus Kalla pada waktu sekira tahun 2013 lalu.
Bahkan, pengurangan jumlah dan keberadaan KJA diatas permukaan danau Ir Juanda nampak menjauh dari lokasi turbin bendungan.
Sebagaimana diketahui, Danau Ir Juanda atau dikenal sebagai bendungan Jatiluhur. Merupakan danau yang dikelola oleh salah satu perusahaan BUMN yaitu PJT ( Perum Jasa Tirta II ).
" alhamdulillah, sejak intruksi Wapres kala itu, sampai hari ini jumlah KJA terus menerus berangsur menyusut. Bahkan dulu, banyak KJA yang berads tidak jauh dari bendungan atau sangat dekat dengan mesin turbin. Sehingga membuat kami pengelola Bendungan sangat khawatir kala itu," ujar Susilo salah satu Humas PJT II yang berhasil di konformasi melalui sambungan seluler.
Selain dianggap tidak mengkhawatirkan mengancam bendungan dam turbin, pengurangan jumlah KJA menurut Susilo juga bermanfaat lain yang tidak kalah penting. Yaitu kadar dan kandungan air danau semakin sehat.
" PJT II bukan cuma mengeloa danau it juanda sebagai penghasil tenaga listrik , kami juga sebagai salah satu penyalur air bersih untuk DKI dan sekitarnya. Nah, pengurangan KJA jelas sangat merubah kandungan air, dimana kwantitas pakan ikan yang ditumpahkan ke air danau semakin berkurang. Dan itu berdampak baik buat kandungan dan kadar air,'" imbuhnya.
Meski demikian, usai pengurangan KJA kali ini. PJT II mengalami kesulitan baru, yaitu merebaknya tanaman air atau dikenal dengan tanaman eceng gondok.
" tanaman ini menutupi kurang lebih 3 persen permukaan danau, sehingga menyulitkan petugas pengecekan di lapangan," ujarnya.
Selain menggangu transportasi baik petugas dan warga, eceng gondong ini juga mengurangi keindahan alam air.
" ngurangin rasa pemandangan, lalu biasanya diatas tanaman eceng gondong juga menjadi sarang ular ular berbisa. Jadi kami menghimbau kepada warga yang beraktifitas dan wisatawan yang berkunjung ke danau khususnya ke sekitaran tanaman eceng harap hati hati," pungkasnya.

