Peningkatan Ekonomi Dan Solusi Industri Pertanian di Purwakarta, Bisa Dimulai Dari Modal Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau



Dana DBHCT di Purwakarta disarankan jadi modal peningkatan ekonomi dan alternatif bisnis pertanian.

Purwakarta - Aktifis pemerhati kebijakan publik tentang pemberdayaan pemuda, Asep Saeful Millah mantan anggota DPRD Fraksi PKB. Mulai menyoroti tentang pengginaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT).

Berbagai hasil penelusuran dan pengumpulan informasi, DBHCT sesuai dengan pengunaan serta pemanfaatan. Pajal cukai yang beraasal dari penjualan roko di Purwakarta tidak tepat bahkan dinilai tidak memenuhi syarat.

" Pajak tembakau dan pajak rokok penting disoroti pelaksanaannya, supaya penggunaan dan pemanfaatan dana hasil tembakau dan pajak rokok di Purwakarta tepat sasaran, kami sudah membentuk tim investigasi dan tim evaluasi atas objek pajak tersebut," ujar Asep Millah yang kini juga menjabat sebagai ketua Pagar Nusa Jawa Barat.

Sesuai data Skill Development Center (SDC) Pemerintah Kabupaten Purwakarta , pada angkatan kerja di Purwakarta meliputi diatas 450.000 orang dan hampir 60.000 nya menganggur.

Padahal lanjut Asep Millah, pada undang undang yang diatur oleh kementrian perindustrian, lalu
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206/PMK.07/2020. Di alokasi pajal DBHCT ada klausul tentang pemberdayaan kewirausahaan.

" peluang kerja di Purwakarta semakin hari semakin sempit, tingginya daya saing membuat sejumlah pemuda pemudi di Purwakarta kerap kalah bersaing menempati posisi kerja. Untuk itu, kami berharap dana DBHCT di Purwakarta bisa dimaksimalkan sehingga bisa membuka peluang baru dalam peningkatan perekonomian dan kesejahteraan," tegasnya.

Memahami jika roko merupakan produk yang kurang baik untuk kesehatan, dari himbauan pemerintah. Namun, penggunaan tembakau di Purwakarta sangatlah tinggi, sehingga dinilai ruang buat pemuda berkreatif membuat produk roko lokal yang bisa menghasilkan cuan.

" sulit menekan atau membuat pecandu roko berhenti mengkonsumsi, namun tidak salah jika memang ada produk tembakau lokal yang bisa membula lapangan kerja , usaha dan bisa menambah ruang bisnis. Kenapa tidak dijalankan dan dikerjakan, sehingga ada nilai positif dari keberadaan bisnis tembakau ini," ucapnya.

Untuk itu, Asep Saefulmillah mengaku akan memberdayakan petani khususnya di Purwakarta bisa menanam tembaku dan cengkeh sebagai rongga baru dalam bisnis pertanian.

" akan kami minta pemimpin baru, kepada pemkab Purwakarta agar alokasi dana DBHCT tepat sasaran secara positif," pungkasnya.

Post a Comment

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Previous Post Next Post