Ratusan Paralegal di Purwakarta, SIAP Jalankan Tugas Secara Profesional




Purwakarta - Anggota Paralegal berharap program berkelanjutan dan penambahan materi hukum bagi anggota paralegal, maksudnya adalah Program Berkelanjutan untuk Anggota Paralegal
Diantara harapan itu, Maldiansyah yang baru saja menjalani pelatihan Paralegal selama tiga hari di Universitas Singaperbangsa Karawang beberapa waktu lalu berharap. Akan ada Pelatihan Rutin agar anggota Paralegal mampu
Lebih profesinal dan mapan pada pemahaman hukum. Dengan diadakan pelatihan bulanan atau triwulanan dengan topik yang beragam.

Hal itu untuk memastikan anggota paralegal selalu mendapatkan informasi terbaru mengenai hukum dan keterampilan praktis.

" masih banyak Hukum acara perdata, hukum acara pidana, mediasi, teknik wawancara, dan penyusunan dokumen hukum sederhana yang harus dikuasai lebih universal," kata Maldiansyah pada media ini.

Dan lalu, anggota paralegal lebih memiliki pengalaman yang baru.
Dengan memberikan bimbingan praktis dan dukungan dalam menangani kasus.

Dimana Implementasinya Paralegal kemudian bisa melanjutkan tugasnya Sesi mentoring mingguan atau dua mingguan, dengan fokus pada studi kasus dan diskusi masalah.

" kami harap kedepan kami mampu Membahas kasus-kasus nyata yang relevan dengan pekerjaan paralegal. Peningkatan kemampuan analisis dan pemecahan masalah secara baik saat menemui masyarakat di pedesaan yang membutuhkan penyuluhan hukum," lanjutnya.


Maka selanjutnya dibutuhkan diskusi kelompok, presentasi, atau simulasi persidangan Seminar dan Lokakarya dengan Mengundang ahli hukum untuk memberikan presentasi dan pelatihan intensif baru.

" pelatihan itu tujuannnya agar Paralegal ini bisa mendapatkan pengetahuan mendalam tentang topik-topik hukum tertentu sesuai situasi dimasyarakat," ujarnya.

Dan Topik Hak asasi manusia, hukum lingkungan, atau hukum ketenagakerjaan. Paralegal butuh Kunjungan Lapangan
Diantaranya mengunjungi pengadilan, lembaga bantuan hukum, atau organisasi masyarakat sipil.

" paralegal ini perlu pengalaman langsung dan pemahaman yang lebih baik tentang sistem hukum," imbuhnya menambahkan bagaimana Paralegal bisa percaya diri membuka POSBAKUM di desa masing masing.

Lalu kedepan, adanya evaluasi rutin terhadap program dan meminta umpan balik dari peserta oleh para pemateri. Untuk memastikan program relevan dan efektif.
Selanjutnya. Paralegal diharapkan mampu membuat modul-modul yang berisi ringkasan hukum, contoh kasus, dan panduan dari praktis hukum profesional

" contoh saja Hukum Keluarga Perceraian, hak asuh anak, waris dimana judul kasus ini menjadi kasus yang kerap terjadi di masyarakat," ujarnya lagi.

Demikian beberapa materi yang dienyam ratusan Paralegal di Kampus UNSIKA beberapa waktu lalu :

- Hukum Pertanahan: Sengketa tanah, pendaftaran tanah.

- Hukum Ketenagakerjaan: Pemutusan hubungan kerja, hak-hak pekerja.

- Hukum Pidana: Tindak pidana ringan, kekerasan dalam rumah tangga.

- Pelatihan Penggunaan Teknologi:
# Deskripsi: Mengajarkan anggota paralegal cara menggunakan perangkat lunak dan aplikasi yang mendukung pekerjaan mereka.
Kemudian Paralegal juga diharapkan bisa menjalin Kerjasama dengan LBH: Bermitra dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk memberikan pelatihan dan materi hukum.

Mengadakan Pelatihan di Balai Warga: Memanfaatkan fasilitas balai warga untuk mengadakan pelatihan rutin.

Dan Paralegal juga diminta Fokus pada Isu Lokal: Materi hukum harus relevan dengan masalah-masalah hukum yang sering dihadapi masyarakat, seperti sengketa tanah, masalah perburuhan, dan kekerasan dalam rumah tangga.
Dengan program berkelanjutan dan penambahan materi hukum yang relevan, anggota paralegal akan lebih siap dan kompeten dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat.
Previous Post Next Post