Purwakarta - Kepala Desa Sindangpanon Kecamatan Bojong, Denden Pranayuda yang juga menjabat sebagai Ketua APDESI Kabupaten Purwakarta mengklaim tengah melaksanakan pendataan ulang warga miskin di wilayah kerjaannya. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbarui data dasar dan memastikan program bantuan pemerintah tepat sasaran.
Dalam arahannya, Kepala Desa menyampaikan bahwa data yang akurat menjadi kunci keberhasilan setiap program pembangunan sosial.
"Kita perlu mengetahui secara jelas siapa saja yang benar-benar membutuhkan bantuan, agar tidak ada yang terlewat atau salah sasaran," ujarnya.
Pendataan dilakukan oleh tim penyuluh sosial dan lurah masing-masing dusun, dengan mengacu pada kriteria yang telah ditetapkan pemerintah. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi:
1. Wawancara langsung dengan keluarga yang terdaftar maupun calon penerima manfaat
2. Verifikasi kondisi ekonomi dan sosial rumah tangga
3. Perekaman data ke dalam sistem informasi yang telah ditentukan
Selain memperbarui data, tim juga menjelaskan berbagai program bantuan yang dapat diakses oleh warga miskin, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan bantuan subsidi sembako.
" Tujuan pendataan ulang atau inventarisasi ulang warga miskin, tujuannya adalah untuk melaksanakan program pemerintah pusat agar tepat sasaran dan tidak asal asalan," ungkapnya.
Kegiatan pendataan ini juga diharapkan selesai dalam beberapa waktu ke depan. Setelah itu, data akan diverifikasi kembali sebelum digunakan sebagai dasar penetapan penerima bantuan tahun depan.
" Kami akan mengawali pendataan ini di bulan ketiga, dengan target selesai dalam waktu secepatnya," ujarnya lagi.
Dan untuk pendataan ini, Denden mengaku akan juga dilaksanakan oleh semua Desa se Kabupaten Purwakarta.
" atas nama APDESI saya sebagai ketua sudah juga menghimbau kepada Desa Desa se Kabupaten Purwakarta. Agar kedepan selain tepat sasaran, jangan ada lagi stigma bahwa penerima manfaat adalah orang dekat atau kerabat kepala desa dan stafnya. Maka harus dilakukan secara profesional, meski dalam pelaksanaan tidak tercantum anggaran khusus untuk program ini," pungkasnya.
