PURWAKARTA-Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mengakselerasi pembenahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikolotok di Desa Margasari, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta.
Percepatan ini dilakukan sebagai bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah sekaligus menghentikan praktik pembuangan sampah terbuka atau open dumping yang selama ini diterapkan.
Pembenahan TPA Cikolotok dilakukan dengan menerapkan metode sanitary landfill, yakni sistem penimbunan sampah menggunakan lapisan tanah secara bertahap agar lebih ramah lingkungan.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta, Erlan Diansyah, mengatakan, hingga saat ini progres pembenahan TPA Cikolotok telah mencapai lebih dari 60 persen.
"Setiap hari tanah urug didatangkan ke lokasi untuk menutup timbunan sampah menggunakan metode cover soil," kata Erlan kepada wartawan, Selasa (21/7/2026).
Teknik tersebut, sambungnya, bertujuan mengurangi bau menyengat, menekan perkembangan lalat dan hama, meminimalkan pencemaran lingkungan, serta meningkatkan stabilitas timbunan sampah.
"Selain menerapkan metode cover soil, berbagai infrastruktur pendukung juga terus kami kerjakan di kawasan TPA Cikolotok," ujar Erlan menambahkan.
Tidak hanya fokus pada penutupan timbunan sampah, pihaknya juga membangun berbagai fasilitas pendukung, seperti sistem drainase, kolam penampungan air lindi atau leachate pond, terasering kawasan timbunan, hingga akses jalan menuju TPA.
Untuk mempercepat proses pembenahan, lanjut dia, sejumlah alat berat diterjunkan ke lokasi. Di area bagian atas TPA beroperasi satu unit excavator dan satu unit bulldozer.
Sementara di bagian bawah dikerahkan empat unit excavator serta satu unit bulldozer untuk meratakan sekaligus menimbun sampah.
"Seluruh proses pembenahan ditargetkan selesai sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Kami optimistis seluruh pembenahan TPA dapat dirampungkan sesuai target waktu dari Pemerintah Pusat," ucap Erlan.
